Opini
Menjawab Polemik Bidang TI

Menjawab Polemik Bidang TI

Masih dalam ingatan, perdebatan yang terjadi setiap permusyawaratan pasti terjadi. Termasuk pada Muktamar XXII kemarin, ada beberapa hal yang ramai di sorot, yaitu penambahan bidang TI (Teknologi dan Informasi). Ada yang setuju akan adanya bidang ini, ada juga yang kurang setuju. Mungkin tulisan ini menjadi penengah, kenapa si ada bidang Teknologi dan Informasi

Fakta Literasi

Tahukah kalian hari ini Indonesia masih sangat minim akan literasi digital? Masifnya Kekurangan sumber daya manusia dalam pelaksana peradaban digital di Indonesia seakan akan menjadi suatu ilmu eklusif yang sebenarnya bisa kita ikhtiarkan bersama.

Sumber daya tersebut semestinya lahir dari generasi dan usia kita saat ini. Masifnya penggunaan digital berbanding terbalik dengan kesadaran akan peradaban dan aktualisasi kecerdasan digital di Anak Muda Indonesia.

Hari ini anak muda Indonesia masih sibuk menjajahi jati dan eksistensi diri dalam berbagai platform digital, tapi lupa terhadap tantangan mereka bahwa yang berteknologi adalah mereka dan berkuasa lalu menjadi mata uang dan ujung tombak kemajuan peradaban. Kita lupa super power hari ini adalah mereka yang telah meng-oprec, memberdayakan digital dan mendigitalkan manusia.

Pertanyaannya simple, siapa yang menyuarakan ini kalau bukan anak muda? Kalau bukan kita siapa lagi yang akan bersuara tentang kemerdekaan WiFi? Free Internet? Pemerataan dan distribusi jaringan? Keberpihakan teknologi? Hegemoni kecanduan algoritma media sosial? Dan lain sebagainya. Padahal sudah jelas, itu tugas dan tanggung jawab peradaban yang semestinya kita laksanakan khususnya kita IPM mulai untuk melirik hal itu

Awal Mula Hanya Mimpi

Dulu My IPM cuma imajinasi liar saja, imajinasi segelintir kader, mimpi para alumni yang sulit dijawab. Tapi ternyata mampu terlealisasi dengan 0 Rupiah dan masif dirasakan kebermanfaatannya untuk para kader seluruh Indonesia. Sebuah cita-cita yang ternyata terwujud dalam berbagai dinamika dalam proses ketercapaiannya.

Mimpi itu yang harus kita laksanakan bersama, bagaimana pesan akan kecerdasan digital bahwa pentingnya manusia untuk tetap terus berkontribusi dalam zamannya dan bentuk kontribusi akan Jihadnya Ahmad Dahlan yang ditransformasikan pada saat ini.

Bidang TI

Banyak sekali yang berpikiran sempit bahwa dengan adanya bidang ini berarti mengalihkan semua tugas dan fungsi pembantu pimpinan dalam bidang. Padahal pesan yang ingin disampaikan adalah permasalahan ini dapat kita tuntaskan sampai akar rumput. Ingat, isu Shifting Organisasi dan Kecerdasan Digital ini kita semua yang akan mengawal dan akan kita pertanggung jawabkan diseluruh pihak dan kelak di akhirat nanti.

Selain itu juga banyak isu yang dilontarkan terkait kepentingan tim materi. Kepentingan memang selalu ada dan tidak ada yang salah dengan kepentingan. Hanya saja banyak yang memandang bahwa kepentingan bermakna buruk, biar bagaimanapun dinamika adalah konsekuensi dalam kemajuan. Sejauh ini masih penasaran melihat diskusi dan persepektif kader seluruh Indonesia.

Terlepas TI akan menjadi bidang atau lembaga, i don’t really care. Jelasnya dalam hal ini, tim materi mengantarkan salah 2 dari 3 point penting keseluruhan cangkupan materi Muktamar XXII yaitu shifthing organisasi dan kecerdasan digital, bidang ini adalah bentuk ikhtiarnya.

Yang jelas kalaupun bidang ini tidak terlealisasi dan menjadi lembaga atau bahkan tidak menjadi lembaga, aku, kamu dan kita adalah pelaksana amanah Muktamar.

*) Catatan

  • Penulis adalah Andri Wahyudi dan Wahyu Adi Putra Bidang Pengkajian Ilmu Pengetahuan PW IPM DKI Jakarta.
  • Substansi tulisan sepenuhnya merupakan tanggung jawab penulis.
Yuk Bagikan Tulisan ini !!!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *